Yeahhh akhirnya ada kesempatan juga buat laporan
pembibitanku kemarin. Qeqeqe
Lingkungan hijau, asri, penuh dengan tumbuh-tumbuhan memang
selalu bikin bahagia. Nah, mendadak aku jadi giat penghijauan nih. Masih mulai
dari yang indil-indil sih... tapi kan yaaa lumayan lah sekarang udah mulai
nyicil kebiasaan baru yang bermanfaat (untuk semua, aamiin).
Yang mendadak suka berkebun kaya aku, gausah mikir ribet
peralatan dan budget untuk mewujudkannya deuhhhh. Jadi nih dari kegiatan
pembibitan herbs ku kemarin, aku mau sharing. Siapa tahu terus ada yang
terinspirasi dan mau coba juga.
“mendapatkan laba pada tingkat tertentu yang diharapkan
dengan biaya seminimal mungkin”
Kira-kira gitu tuh quote-nya anak ekonomi untuk pembibitan
ini. Sok kita mulai kang...
Alat dan bahan :
- Tanah kompos dan sekam bakar
- Wadah pembibitan ( bisa botol, tempat es krim, tempat margarin, sampai tempat makan)
- Benih (yang aku coba disini a.l: blue sage, parsley, tarragon, peppermint, thyme, oregano, dan sawi putih/pakchoy)
- Semprotan air
Tindak lanjut :
- Tanah kompos dan sekam bakar dicampur sampai rata menjadi media.
- Wadah pembibitan diisi dengan media hingga setengah penuh untuk ditanami bibit.
- Media disemprot pakai air hingga basah permukaannya.
- Buat cekungan pada media dengan cara menekankan jari kelingking ke media sampai meninggalkan bekas.
- Taburkan benih di media, tepat pada cekungan bekas jadi kelingking tadi. Dalam pembibitan ini, aku buat tujuh cekungan memanjang. Masing masing cekungan ku isi dengan bibit diatas masing-masing sepuluh butir. Dari penjual bibitnya aku dapet notes yang bunyinya “khusus untuk benih peppermint, cukup dengan ditabur diatas permukaan tanah. Yang lainnya ditanam ke media dengan kedalaman 5mm-1cm. Disemprot dua kali sehari.”
- Wadah media kupindahkan ke kamar dengan tujuan agar terhindar dari kehujanan yang bisa memporak-porandakan benihku.
- Wadah aku tutup dengan tujuan untuk menjaga suhu, agar kehangatannya terjaga.








0 komentar:
Posting Komentar